PANDEGLANG — Kedatangan Gubernur Banten Andra Soni disambut warga saat meninjau pelaksanaan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Sejumlah lokasi yang ditinjau meliputi ruas jalan Polsek Saketi–Pematang, ruas jalan Batubantar–Banjar, serta Jembatan Huni.
Warga menilai pembangunan infrastruktur melalui program ini menjadi urat nadi perekonomian, khususnya di sektor pertanian. Antusiasme terlihat dari para ibu di Batubantar yang meminta swafoto bersama dan menyampaikan terima kasih langsung kepada Gubernur Andra.
Jembatan Huni menjadi akses penghubung antara Desa Panimbang Jaya dan Desa Gombong. Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Ketua RW 10 Desa Panimbang Jaya, Nur (50), menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, infrastruktur itu merupakan akses vital bagi kelancaran pendidikan, kesehatan, dan perputaran ekonomi warga.
"Pembangunan jembatan ini membuat aktivitas warga menjadi lancar. Baik untuk pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan," ucap Nur.
Gubernur Andra menjelaskan bahwa Jembatan Huni sebelumnya dalam kondisi tidak baik dan sangat membahayakan pengguna jalan. Ia mengaku mendapat laporan soal truk yang terbalik di jembatan itu beberapa bulan lalu.
"Beberapa bulan lalu saya mendapatkan laporan ada truk terbalik di jembatan ini. Kondisi jembatannya saat itu memang rusak dan membahayakan," ungkap Gubernur Andra.
Ia menuturkan, kondisi jembatan sangat memengaruhi perekonomian masyarakat, mulai dari pertanian, perikanan, hingga akses pendidikan dan kesehatan. Jalan tersebut juga merupakan jalur evakuasi.
Meski kewenangan jembatan ada di Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten melakukan intervensi pembangunan karena dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
Selain jembatan, Gubernur Andra meninjau pengerjaan jalan ruas Polsek Saketi–Pematang sepanjang 1,8 kilometer dan ruas Batubantar–Banjar sepanjang 1,7 kilometer. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan menyebut Jembatan Huni dilintasi kendaraan pengangkut hasil bumi serta menjadi jalur darurat.
"Ini masuk dalam program prioritas Bang Andra karena merupakan kebutuhan mendesak masyarakat," ujar Arlan.
Warga Batubantar, Yance Meipikis (45), mengungkapkan bahwa jalan di daerahnya telah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan. Ia optimistis pembangunan jalan akan mempermudah akses warga dalam bertani, bersekolah, dan berdagang.
"Selama ini wilayah Kadudodol, Cimanuk, dan Banjar sudah puluhan tahun belum dibangun. Dengan adanya Program Bang Andra, jalan ini akhirnya terbangun," kata Yance.
Sebelumnya, warga kerap mengeluh karena akses jalan rusak dan jarak yang jauh hanya untuk membeli pupuk.
Pada tahun 2026, Program Bang Andra di Kabupaten Pandeglang mencakup pembangunan satu jembatan dan sejumlah ruas jalan. Berikut rinciannya: