BANTEN — PT PLN (Persero) memperluas layanan digital untuk ekosistem kendaraan listrik dengan menghadirkan fitur AntreEV di aplikasi PLN Mobile. Layanan ini dirancang menjawab keluhan pengguna yang kerap menemui SPKLU penuh atau harus menunggu lama tanpa kepastian. Pelanggan bisa melihat situasi antrean sebelum berangkat menuju lokasi pengisian daya.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan penambahan infrastruktur SPKLU saja tidak cukup. Menurutnya, kepastian layanan saat pengisian daya sama pentingnya dengan ketersediaan stasiun.
“Seiring bertambahnya pengguna kendaraan listrik, kebutuhan terhadap layanan SPKLU yang mudah dan praktis juga semakin besar. Karena itu, PLN tidak hanya menambah infrastruktur, tetapi juga menghadirkan layanan digital yang membantu pelanggan mendapatkan kepastian saat akan mengisi daya,” tutur Gregorius dalam keterangan resmi, Selasa (18/2).
Mekanisme antrean digital ini dimulai dari menu Electric Vehicle di aplikasi PLN Mobile. Pengguna mencari SPKLU terdekat, memeriksa status antrean, lalu memilih lokasi tujuan. Setibanya di SPKLU, pengguna memindai QR code pada mesin untuk masuk sistem antrean.
Nomor antrean dan estimasi waktu tunggu langsung muncul di layar ponsel. PLN memberi batas konfirmasi dua menit saat giliran tiba—jika pengguna tidak merespons notifikasi, antrean otomatis dibatalkan.
PLN turut mengingatkan pengguna kendaraan listrik menjaga ketertiban bersama di fasilitas SPKLU. Imbauan mencakup kepatuhan terhadap urutan antrean sesuai sistem, memarkir kendaraan rapi pada area yang disediakan, serta tidak menunda pemindahan kendaraan usai proses pengisian daya tuntas.
“Kami mengajak seluruh pengguna untuk bersama-sama menjaga ketertiban di SPKLU. Dengan begitu, fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan setiap pengguna bisa mendapatkan pengalaman pengisian daya yang nyaman,” pungkas Gregorius.
Fitur AntreEV menjadi bagian dari transformasi digital PLN yang menyasar pengalaman pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Seiring bertambahnya populasi EV di kota-kota besar, kehadiran sistem antrean berbasis aplikasi ini diharapkan mengurangi praktik rebutan atau antrean fisik yang tidak teratur di SPKLU publik.