BANTEN — Langkah elektrifikasi ini bukan sekadar ganti mesin diesel ke motor listrik. Bagi APM Terminals Elizabeth, keputusan ini adalah bagian dari program modernisasi besar-besaran yang mencakup infrastruktur pengisian daya dan pelatihan tenaga kerja. Henrik Kristensen, Managing Director APM Terminals Elizabeth, menegaskan bahwa investasi ini krusial untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan dan menyiapkan pertumbuhan kargo di masa depan.
APM membagi pesanan ke dua vendor spesialis. Orange EV memasok 96 unit terminal truck kelas 8, sementara Konecranes memasok 34 unit electric rubber-tired gantry crane (eRTG). Keduanya adalah segmen alat berat yang selama ini paling boros bahan bakar di lingkungan pelabuhan.
Menariknya, Orange EV bukan nama asing di industri ini. Perusahaan tersebut baru saja mengumumkan pengiriman unit yard dog ke-2.000 mereka ke pabrik pembotolan Coca-Cola pada awal musim panas ini. Ini menunjukkan adopsi alat berat listrik di sektor logistik Amerika Serikat sedang berada di titik jenuh.
Kristensen menekankan bahwa transformasi ini tidak berhenti di penggantian armada. Pihaknya bekerja sama dengan mitra tenaga kerja regional untuk membangun kapabilitas dan keahlian yang dibutuhkan dalam operasional terminal generasi berikutnya. "Modernisasi adalah tentang lebih dari sekadar peralatan dan fasilitas. Ini juga tentang berinvestasi pada orang-orang kami," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Pelatihan ini menjadi krusial karena pola kerja operator derek dan truk terminal berubah total. Pengemudi tidak lagi mengelola getaran mesin diesel atau perpindahan gigi, melainkan memantau konsumsi baterai dan mengatur strategi pengisian daya di sela-sela shift kerja.
Bethann Rooney, Direktur Departemen Pelabuhan di Port Authority of New York and New Jersey, menyambut baik langkah ini. Menurutnya, investasi berkelanjutan di infrastruktur terminal sangat penting untuk menjaga pelabuhan tetap kompetitif dan efisien. Peralatan listrik baru ini juga mendukung tujuan keberlanjutan otoritas pelabuhan menuju operasi net-zero di masa depan.
Dengan tambahan 130 unit alat berat listrik ini, APM Terminals Elizabeth semakin serius mengurangi emisi karbon di salah satu gerbang perdagangan tersibuk di Pantai Timur Amerika Serikat. Infrastruktur pengisian daya yang menyertai pesanan ini akan menjadi fondasi untuk elektrifikasi armada selanjutnya.