BANTEN — Berdasarkan data RTI, laju indeks hari ini kontras dengan pergerakan mayoritas bursa Asia. Nikkei dan Hang Seng justru terpantau tertekan, masing-masing melemah 0,14% dan 0,40%, sementara Shanghai Composite hanya mampu menguat tipis 1,13%. Artinya, rally IHSG kali ini lebih banyak digerakkan oleh faktor internal, bukan sentimen regional.
Volume transaksi tercatat cukup deras, mencapai 36,76 miliar saham dengan nilai turnover Rp 13,65 triliun dari 1,97 juta kali transaksi. Aksi beli investor mendominasi pasar, terlihat dari jumlah saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah.
Data perdagangan menunjukkan 553 saham berhasil ditutup di zona positif, sementara hanya 96 saham yang terkoreksi dan 138 saham stagnan. Rasio ini mencerminkan optimisme yang menyebar luas, bukan sekadar penguatan pada segelintir saham berkapitalisasi besar.
Indeks yang dibuka di level 6.390,35 langsung menunjukkan momentum positif sejak awal sesi. Tekanan jual sempat muncul dan menyeret indeks ke titik terendah harian di 6.376,65, namun aksi beli agresif di paruh kedua perdagangan berhasil membalikkan arah dan membawa IHSG menembus level psikologis 6.500.
Pergerakan IHSG yang berseberangan dengan bursa kawasan menegaskan bahwa motor penggerak utama kali ini berasal dari dinamika domestik. Pelaku pasar tampak merespons positif sejumlah sentimen di dalam negeri yang mendorong akumulasi saham, terutama di tengah valuasi yang dinilai sudah menarik setelah pekan-pekan koreksi sebelumnya.
Kondisi ini juga ditopang oleh data transaksi yang solid. Frekuensi perdagangan yang menembus hampir dua juta kali menunjukkan partisipasi investor ritel dan institusi sama-sama tinggi, sebuah sinyal bahwa kepercayaan pasar terhadap arah indeks mulai pulih.
Dengan penutupan di level tertinggi harian, peluang lanjutan penguatan pada sesi berikutnya terbuka, meski tetap bergantung pada perkembangan sentimen global dan arah net buy asing.
Investasi mengandung risiko.