TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menunjuk tujuh SMP negeri sebagai percontohan program Sekolah Aman Bencana. Penunjukan ini bagian dari upaya membangun pemahaman mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini di lingkungan satuan pendidikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan sosialisasi program ini sudah berjalan sepanjang 2026. Tujuh sekolah yang menjadi sasaran akan disiapkan untuk mengikuti lomba tingkat kota pada 2027 mendatang.
Mahdiar menjelaskan ada sejumlah indikator yang menjadi fokus dalam program ini. Salah satunya pembentukan tim kesiapsiagaan bencana di internal sekolah.
"Kami mulai dari pertama mungkin pembentukan tim kesiapsiagaan, lalu juga bagaimana teman-teman di sekolah itu menyiapkan mitigasi-mitigasi, mulai dari titik-titik evakuasi, petunjuk-petunjuk," ujarnya usai sosialisasi di SMP Negeri 25, Rabu.
Selain jalur evakuasi, ketersediaan sarana pemadam kebakaran ikut menjadi perhatian. Sekolah diminta memiliki rencana tanggap darurat yang jelas apabila terjadi kondisi tidak diinginkan.
"Lalu juga kesiapan mereka terhadap, misalnya APAR, untuk pencegahan kebakaran, lalu juga memiliki rencana-rencana kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Mahdiar.
Melalui program ini, BPBD berharap kesadaran dan kesiapsiagaan warga sekolah tumbuh mandiri. Langkah yang tepat saat potensi bencana muncul di wilayah masing-masing diharapkan bisa dilakukan tanpa menunggu instruksi.
Salah satu upaya yang diterapkan adalah program sekolah ramah anak setiap pagi. Pengaturan akses siswa menuju ruang kelas juga diatur untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi insiden.
Pada hari yang sama, SMP Negeri 25 mendapat kunjungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang. Sebanyak 40 siswa, lima guru, dua petugas kebersihan, satu petugas keamanan, dan dua petugas kantin menjalani tes urine.
Hasil pemeriksaan seluruh peserta dinyatakan negatif. Tidak ditemukan indikasi penggunaan narkoba pada siswa maupun warga sekolah yang diperiksa.
"Ada kegiatan dari BNN Kota Tangerang terkait dengan tes urine dan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Bagi kami ini adalah suatu kehormatan sekolah kami mendapat kunjungan dan sekaligus sosialisasi kepada anak-anak kami," kata Marsum.