Transfer Lucas Bergvall ke Newcastle Mandek karena Aturan 45 Hari, Ini Penjelasannya

Penulis: Pandu Wibisono  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:37:01 WIB
Newcastle United menunda perekrutan Lucas Bergvall hingga 20 Agustus untuk menghindari aturan 45 hari Premier League yang mengklasifikasikan transaksi sebagai swap deal.

BANTEN — Newcastle United tengah mengejar gelandang Tottenham Hotspur, Lucas Bergvall, sebagai target utama di bursa transfer musim panas ini. Proses transfer yang berjalan alot ini ternyata bukan tanpa sebab. Ada aturan anyar dari Premier League yang menghambat laju negosiasi kedua klub.

Regulasi 45 Hari yang Menjadi Penghambat

Aturan yang dimaksud adalah kebijakan yang dijuluki 'the 45-day rule'. Regulasi ini menyatakan bahwa jika dua klub saling membeli dan menjual pemain dalam kurun waktu 45 hari, maka transaksi tersebut secara resmi diklasifikasikan sebagai 'swap deal' untuk tujuan akuntansi.

Momen krusialnya ada pada kepindahan Sandro Tonali dari Newcastle ke Tottenham pada 6 Juli lalu dengan nilai dilaporkan mencapai £92,5 juta. Jika Newcastle merekrut Bergvall dalam periode 45 hari setelah transfer Tonali, maka mereka hanya akan mencatat selisih bersih dari kedua transaksi tersebut. Hal ini secara efektif menghapus keuntungan akuntansi dari kepergian Tonali.

Periode 45 hari tersebut berakhir pada 20 Agustus. Artinya, Newcastle baru bisa bergerak bebas merekrut Bergvall setelah tanggal tersebut tanpa terjerat aturan ini.

Menghindari Jebakan Aturan Keuangan Premier League

Regulasi ini sengaja diperkenalkan oleh regulator keuangan Premier League untuk menutup celah akuntansi yang sering dimanfaatkan klub. Celah tersebut biasanya dipakai untuk menggelembungkan keuntungan jangka pendek secara artifisial demi mematuhi Profitability and Sustainability Rules (PSR).

Newcastle sendiri pernah memanfaatkan celah serupa pada musim panas 2024. Saat itu, mereka menjual Elliot Anderson ke Nottingham Forest seharga £35 juta dan membeli Odysseas Vlachodimos dengan harga £20 juta. Dua transaksi terpisah itu menguntungkan kedua klub secara finansial di hadapan PSR.

Dampak Jangka Panjang bagi Newcastle

Keputusan menunggu momen yang tepat untuk merekrut Bergvall bukan tanpa perhitungan. Dengan memastikan kepergian Tonali dan kedatangan Bergvall sebagai dua transaksi yang sepenuhnya terpisah, manajemen Newcastle bisa membukukan keuntungan penuh dari penjualan Tonali.

Keuntungan tersebut akan menjadi 'ruang napas' yang vital untuk mematuhi kerangka baru bernama Squad Cost Ratio (SCR) yang akan menggantikan PSR mulai musim 2026/2027. Di bawah SCR, total belanja klub untuk amortisasi transfer, gaji pemain, dan agen dibatasi hingga 85 persen dari pendapatan terkait sepak bola.

Dengan kata lain, keuntungan bersih dari penjualan pemain secara langsung menentukan batas pengeluaran klub. Memaksimalkan keuntungan dari transfer Tonali kini menjadi kunci bagi Newcastle untuk menjaga daya beli mereka di masa transisi yang krusial.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top