390 Mahasiswa Baru Unival dan Instal Cilegon Ikuti Ta'aruf 2026, Wariskan Nilai Perjuangan KH Syam'un

Penulis: Tedy Rustandi  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:38:31 WIB
mahasiswa baru Unival dan Instal mengikuti Ta'aruf 2026 di Gedung Serba Guna Al-Khairiyah, Citangkil, Cilegon, pada 17-19 Agustus 2026.

CILEGON — Sebanyak 390 mahasiswa baru Universitas Al-Khairiyah (Unival) dan Institut Agama Islam Al-Khairiyah (Instal) resmi mengikuti kegiatan Ta'aruf atau pengenalan kampus di Gedung Serba Guna Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, Banten, pada 17-19 Agustus 2026. Mereka berasal dari dua kampus berbeda dengan rincian 300 mahasiswa Unival dan 90 mahasiswa Instal.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyambutan. Panitia mengusung tema "Membentuk Generasi Hijau, Berkarakter, Berinovasi dan Berdampak untuk Kampus Berkelanjutan" sebagai komitmen mencetak mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik.

Bukan Sekadar Pengenalan Kampus, tapi Penanaman Karakter

Ketua Panitia Ta'aruf, Ahmad Alawi, menegaskan bahwa tema yang diangkat merupakan komitmen nyata untuk melahirkan mahasiswa berkarakter kuat. "Tema yang diusung bukan hanya rangkaian kata-kata. Ini merupakan komitmen untuk melahirkan mahasiswa yang memiliki karakter kuat, peduli lingkungan, inovatif, dan mampu memberi dampak positif bagi sekitarnya," kata Alawi, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk membangun kepekaan sosial sejak dini. Mahasiswa baru tidak hanya dikenalkan pada lingkungan akademik, tetapi juga dibekali nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jaga Etika dan Perilaku di Media Sosial

Rektor Instal, Ahmad Munji, mengingatkan bahwa Al-Khairiyah memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai keislaman yang diwariskan para pendirinya. Ia menekankan pentingnya identitas mahasiswa Al-Khairiyah tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

"Kampus ini bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan dan menghidupkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Munji secara khusus menyoroti perilaku mahasiswa di ruang digital. Ia meminta mahasiswa baru menjaga etika, komunikasi, dan perilaku, termasuk aktivitas di media sosial. Identitas sebagai mahasiswa Al-Khairiyah harus tetap terjaga baik di dalam kampus maupun di tengah masyarakat.

Semangat Pengabdian Jadi Nilai Utama

Rektor Unival, Rafiudin, menekankan bahwa pengabdian merupakan nilai utama yang harus dijaga seluruh civitas akademika. "Yang paling penting di Al-Khairiyah adalah pengabdian. Semangat itu yang harus dijaga dan diwariskan," kata Rafiudin.

Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk menghargai para dosen dan tenaga kependidikan yang telah memilih mengabdikan ilmu serta waktunya untuk kemajuan Al-Khairiyah. Menurutnya, pengabdian adalah fondasi yang membedakan Al-Khairiyah dari kampus lain.

Mengenal Sejarah Perjuangan Brigjen KH Syam'un

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan sejarah panjang Al-Khairiyah yang berakar dari perjuangan Brigjen KH Syam'un, ulama sekaligus pejuang nasional asal Banten. Ia mendirikan pesantren pada 1916 sebagai pusat pendidikan dan dakwah.

Perjuangan itu terus berkembang hingga berdirinya Madrasah Al-Khairiyah pada 1925 dan Nahdah Syubbanul Muslimin pada 1930. Kini, jaringan Al-Khairiyah telah berkembang pesat dengan lebih dari 600 cabang yang tersebar di sedikitnya 11 provinsi di Indonesia.

Melalui Ta'aruf 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu meneruskan perjuangan para pendiri melalui pendidikan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi bangsa. Semangat menjaga nilai keislaman, peduli lingkungan, dan kepedulian sosial menjadi bekal utama bagi generasi muda Al-Khairiyah ke depan.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: faktabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top